Food Waste

Menjadi terbesar ke-3 di dunia, seberapa mengerikan limbah pangan Indonesia?

Badan Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization ( FAO) mengungkapkan bahwa food waste dan food loss Indonesia menjadi terbesar ke-3 di dunia. 

Dalam kurun waktu 2000-2019 saja, kita telah membuang 150-184 kg per kapita makanan setiap tahunnya.  Dengan angka tersebut seharusnya mampu memberi makan 30% – 40 % dari total populasi kita lho! atau setara dengan 108 juta penduduk. 

Food waste atau limbah pangan biasanya terjadi di tingkat ritel akibat dari produk yang tidak laku terjual atau makanan terbuang yang sudah memasuki masa kadaluarsa namun sebenarnya masih aman untuk di konsumsi. Sedangkan food loss atau disebut juga dengan susut pangan dapat terjadi akibat adanya makanan yang terbuang dalam rantai pasok. 

Dampak yang ditimbulkan dari food waste dan food loss

FAO memperkirakan nilai ekonomi makanan terbuang secara global sebesar 1000 dolar setiap tahunnya. Untuk Indonesia sendiri, diperkirakan kerugian mencapai 107-346 Triliun per tahun. 

Dari sisi lingkungan, pangan yang terbuang mengeluarkan gas metana yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.  Para ahli memperkirakan 7 % total emisi gas kaca bersumber dari limbah pangan ini yang jika tidak di kontrol dengan baik akan berdampak buruk terhadap bumi kita. 

Selain itu, dalam proses pengolahan makanan, juga memerlukan energi seperti listrik serta air dalam proses pencucian dan pengolahan, para ahli memperkirakan 170 triliun liter air terbuang per tahun akibat dari food waste ini.

Masalah selanjutnya yang ditimbulkan adalah kelaparan dan kemiskinan. Makanan yang terbuang kebanyakan memiliki kualitas  yang bagus namun dengan harga yang cukup mahal, sedangkan yang beredar di masyarakat kelas menengah kebawah adalah makanan dengan kualitas dan gizi yang rendah.  

Solusi mengatasi limbah Pangan

Salah satu solusi dalam mengurangi dampak buruk dari limbah pangan ini adalah dengan menumbuhkan kesadaran untuk menghargai makanan yang kita konsumsi. Seperti misalnya tidak menyisakan makanan serta tidak langsung membuang makanan yang akan memasuki masa kadaluarsa namun memanfaatkan makanan tersebut untuk konsumsi atau diolah menjadi produk lain. 

Selanjutnya, langkah yang dapat kita ambil adalah dengan ikut serta dalam aksi untuk menyebarkan permasalahan pangan ini. Seperti dengan memberikan informasi seperti artikel yang terkait isu ini kepada teman dan kerabat untuk menumbuhkan kesadaran kita bersama. 

Yuk! bagi kalian yang ingin terus mendapatkan update dari kami, jangan lupa follow ig kami di rassaindonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *